Olahraga Penting untuk Penderita Diabetes, Pilihannya Tak Boleh Sembarangan

Olahraga merupakan hal yang sangat penting bagi siapapun, termasuk orang yang mengalami penyakit diabetes. Tetapi, olahraga yang dilakukan harus di sesuaikan dengan kondisi fisik dan kesehatan.

“Olahraga bagi para penderita diabetes sangat penting karena merupakan salah satu pilar dalam pengananan diabetes yang terpadu, selain pengaturan pola makan, dengan olahraga yang tepat bagi para diabetes, maka sensitivitas otot dan insulin itu akan meningkat,” kata Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Michael Triangto, dalam live Instagram Cantika.com, Jumat, 12 November 2021.

Menurutnya, masyarakat kerap salah persepsi bahwa penderita diabetes tidak boleh makan gula sama sekali, dan penderita diabetes harus melakukan olahraga berat. Padahal jika ingin berolahraga penderita diabetes harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis olahraga. Ini karena olahraga untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan.

“Jadi apakah olahraga itu dilakukan dalam suatu grup, karena ada senam diabetes, club diabetes, ataupun yang dilakukan secara mandiri itu harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu, karena biasanya diabetes itu apa lagi yang ditemukan yang usia lanjut itu biasanya memiliki kompilkasi-komplikasi yang lain, misalnya kadar gula darah itu mengganggu kelenturan fleksibilitas dari pembuluh darah sehingga menjadi kaku, dan menyebabkan tensi yang menjadi tinggi, ini bisa berbahaya karena bisa pecah dan menjadi stroke,” tegas dr.Michael

Jika merasa sakit setelah olahraga, sebaiknya berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis untuk dibuatkan program olahraga yang lain. Tetapi, jika tidak ada keluhan olahraga apa pun bisa dilanjutkan. Selain itu, Anda juga disarankan untuk mengukur gula darah sebelum dan sesudah olahraga. “Ukur kadar gula darahnya. Parameter kesehatannya harus dipakai kadar gula darah sebelum latihan, nadi sebelum latihan, tensi sebelum latihan, keluhan subjektif ada atau tidak. Sebab kalau tensi tinggi, kalau kadar gula darahnya terlalu rendah, kita mungkin tidak izinkan dia untuk olahraga dulu,” ucapnya.

Sementara bagi penderita diabetes yang ingin menurunkan berat badan, olahraga aerobik pilihan yang tepat. Setelah melakukan olahraga Anda dapat makan dan minum, namun tetap dengan proses dan kebutuhan yang sesuai.“Sebelum olahraga tetap harus sarapan, bukan makan kenyang, dan setelah berolahraga ada kalori dan gula yang dibakar sehingga kemungkinan drop, makan boleh termasuk boleh menyediakan gula khusus untuk para diabetes, tetapi hanya boleh dipakai jika kadar gulanya drop,” lanjutnya.

Sedangkan olahraga untuk orang pra-diabetes dengan melakukan kegiatan ringan seperti kegiatan sehari-hari. “Kta harus mempunyai program, programnya itu meliputi FITT, F ini adalah frekuensi 1 minggu berapa kali 3-5k ali seminggu, intensitasnya ringan sampai sedang sesuaikan dengan kemampuan masing-masing.” Tutup dr. Michael.

YINOLA CRISSY ELENROSE HADRIAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.