Beda Cinta Sejati dan Beracun, Tipis tapi Berbahaya

Cinta banyak versinya, tergantung setiap orang. Bagi sebagian orang, hubungan cinta berarti bersama pasangan 24 jam sehari, sementara bagi yang lain mungkin berbentuk posesif yang ekstrem. Jadi, penting untuk bisa mengidentifikasi apa yang dimaksud dengan cinta.

Ada perbedaan tipis antara cinta sejati dan beracun atau toksik. Seseorang harus sangat menyadari hubungan cinta beracun. Untuk mengetahui perbedaannya, berikut beberapa perbedaan antara hubungan cinta yang sehat dan yang beracun.

Dukungan Dalam hubungan yang sehat, dalam hal ini cinta sejati, pasangan saling menginginkan yang terbaik. Anda perlu berusaha atas diri sendiri dan jika tidak melakukannya dapat mengecewakan orang lain. Bagaimana pun, Anda harus mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Namun, dalam hubungan yang beracun, fokus utama adalah pada hubungan saja. Jadi, tak satu pun dari keduanya berkembang dalam hubungan tersebut.

Kebebasan Hubungan cinta sejati menganggap kenyamanan adalah kepentingan yang terpisah. Kita dapat memiliki teman-teman sendiri dan hubungan yang bermakna di luar hubungan romantis. Kita bisa mengejar minat dan ide tanpa takut ditegur. Sedangkan, dalam hubungan yang beracun, ada keterlibatan total dalam kehidupan satu sama lain. Yang satu tidak bisa pergi ke manapun tanpa yang lain. Ini dapat memperlambat kemajuan individu dan memaksa pasangan untuk bersama secara berlebihan.

Keintiman Dalam hubungan cinta sejati, keintiman adalah pilihan bebas yang tumbuh dari cinta, kepercayaan, perhatian, dan persahabatan. Dalam hubungan beracun, kemesraan adalah sesuatu yang dirasakan dengan tertekan karena ketakutan, rasa tidak aman, dan perasaan seolah-olah harus menyesuaikan diri dengan pasangan.

Individualitas Hubungan cinta yang sehat, tidak ada perjuangan untuk menerima individualitas pasangan. Kebiasaan mereka adalah bagian dari kepribadian mereka, dan tidak ada alasan untuk mengubahnya. Namun, dalam hubungan cinta yang beracun, ada obsesi untuk mencoba mengubah pasangan menjadi orang yang lebih Anda sukai daripada mencintainya apa adanya. Karena itu, kedua individu tidak akan cocok atau memenuhi harapan satu sama lain.

Komunikasi Percakapan bersifat konstruktif ada dalam hubungan cinta yang sehat. Hal itu dilakukan dalam rangka memahami, membantu, dan menyampaikan rasa sayang kepada pasangan. Di sisi lain, dalam hubungan yang beracun, komunikasi dimaksudkan untuk saling menyalahkan atau memanipulasi. Dan manipulasi adalah kejahatan terbesar dalam suatu hubungan. Tidak ada yang mencoba untuk memperbaiki diri namun hanya ingin mengubah orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.