Bahaya Malas Bergerak selama di Rumah, Sendi Kaku sampai Sesak Napas

Berada di rumah terus selama bekerja dari rumah atau berbagai pembatasan sosial membuat malas bergerak. Tetap aktif secara fisik sangat penting untuk hidup sehat dan panjang umur. Pasalnya, olahraga ringan selama 30-45 menit setiap hari dan bergerak sepanjang hari dapat membantu mengelola berat badan yang sehat dan mengurangi risiko penyakit kronis, seperti diabetes, tekanan darah, kolesterol tinggi, dan masalah ginjal.

Ada beberapa manfaat jangka panjang dari tetap aktif yang membuat Anda perlu menggerakkan tubuh. Tetapi, ada kemungkinan setelah melakukan banyak upaya, Anda mungkin tidak dapat tetap aktif seperti dulu. Hal ini dapat menyebabkan beberapa efek samping yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa tanda yang menunjukkan Anda harus mulai aktif bergerak lebih banyak dalam sehari, dilansir dari Times of India.

Sendi kaku Seiring bertambahnya usia, masalah terkait persendian dan tulang semakin meningkat. Risiko osteoporosis dan radang sendi menurunkan rentang gerak dan juga menyulitkan melakukan aktivitas sehari-hari. Menempatkan sendi untuk bekerja akan menjaganya dalam kondisi bekerja dan mengurangi kekakuan. Tetap aktif juga dapat mengurangi risiko mengembangkan masalah yang berhubungan dengan tulang.

Masalah konsentrasi Gaya hidup yang buruk juga dapat menyebabkan masalah konsentrasi pada banyak orang. Anda mungkin berusaha keras dan tetap tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu atau kehilangan minat pada tugas. Berolahraga dapat menenangkan pikiran dan membantu meningkatkan fokus serta membantu tampil lebih baik dalam tugas yang diberikan.

Perubahan suasana hati Kurangnya aktivitas fisik berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Duduk di satu tempat sepanjang hari bisa menjadi penyebab stres dan kecemasan. Saat bergerak atau melakukan latihan seperti lari atau kardio, tingkat adrenalin meningkat. Ini membantu meningkatkan suasana hati dan kepercayaan diri.

Sesak napas Latihan kardio seperti berlari, berjalan, joging, dan berenang membantu meningkatkan kapasitas paru-paru. Ketika tidak berolahraga secara teratur, otot-otot paru-paru kehilangan kekuatan dan Anda merasa lelah, bahkan setelah melakukan beberapa tugas sederhana seperti berjalan dan menaiki tangga. Semakin sedikit aktivitas fisik yang dilakukan, semakin sesak napas Anda dari waktu ke waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.